Ia meminta jumlah sekolah darurat disesuaikan dengan kondisi sekolah terdampak. Sekolah yang masih memungkinkan untuk digunakan akan tetap diinventarisasi, sementara sekolah dengan kerusakan berat dapat menggunakan fasilitas darurat seperti tenda.
"Nah, jumlah sekolah daruratnya tentu menyesuaikan. Kalau ternyata sekolah existing-nya masih bisa dilakukan ya tentu diinventarisir, tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu. Apakah nanti disiapkan berupa tenda atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa tersebut," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)