"Tentu saja ini data sementara, seiring berjalannya waktu, data ini akan semakin lengkap. Data dikumpulkan secara berjenjang bottom-up, dari mulai tingkat yang paling kecil, kampung, rukun tetangga, naik lagi ke atas sampai tingkat desa, camat, bupati, dan di tingkat nasional, baik oleh BPS maupun oleh BNPB," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Suharyanto mengungkapkan gempa susulan masih terus terjadi hingga hari kedelapan pasca gempa utama. Berdasarkan laporan BMKG, tercatat telah terjadi 6.409 kali gempa susulan.
"Gempa susulan yang terjadi sampai hari ini ada 6.409 kali gempa. Kemudian, gempa susulan yang terbesar ada 6,2 magnitudo, kemudian yang terkecil 1,1. Yang sama dengan atau lebih besar dari 5 magnitudo ada 33 kali," katanya.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 139 kali dirasakan oleh masyarakat. Kondisi itu membuat banyak warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian meski rumah mereka tidak mengalami kerusakan berat.
"Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut sehingga tetap mengungsi di luar rumah, meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan," ujar Suharyanto.