sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kronologi dan Penampakan Life Jacket yang Ditemukan saat Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News editor Jonathan Simanjuntak
10/09/2026 23:13 WIB
Setelah objek tersebut didekati, tim juga menemukan benda lain di sekitar life jacket, yakni objek yang diduga sebagai pelampung dari botol berwarna putih.
Kronologi dan Penampakan Life Jacket yang Ditemukan saat Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Kronologi dan Penampakan Life Jacket yang Ditemukan saat Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

IDXChannel - Tim SAR menemukan sebuah life jacket saat melakukan operasi pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Namun, hingga kini belum dipastikan apakah life jacket tersebut merupakan milik salah satu korban.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menjelaskan life jacket tersebut ditemukan saat KAL Anyer melakukan operasi pencarian pada hari ketiga. Benda itu ditemukan pada koordinat 06°04'40" Lintang Selatan dan 105°45'17" Bujur Timur.

"Jadi pada posisi di lintang bujur 06 derajat, 04 menit 40 detik selatan dan 105 derajat 45 menit 17 detik timur pada pukul 15.10 WIB KAL Anyer melihat objek yang diduga sebagai life jacket," ujar Wawan dalam konferensi pers, Kamis (10/9/2026).

Menurut Wawan, setelah objek tersebut didekati, tim juga menemukan benda lain di sekitar life jacket, yakni objek yang diduga sebagai pelampung dari botol berwarna putih.

"Setelah didekati objek tersebut diambil dan diangkat dan di sekitar objek tersebut ada pelampung dalam bentuk botol berwarna putih," lanjut dia.

Wawan menjelaskan lokasi penemuan life jacket tersebut berada sekitar 7,5 nautical mile dari suar Tanjung Cikoneng Anyar, Serang, Banten. Sementara itu, lokasi tersebut berjarak sekitar 20 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau.

"Lokasi penemuan 7,5 nautical mile di sisi barat dari suar Tanjung Koneng Anyar atau kurang lebih kalau dari posisi Gunung Anak Krakatau itu di sisi timur laut dengan jarak kurang lebih 20 nautical mile," lanjut dia.

Selanjutnya, dua benda yang ditemukan tersebut akan dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk menjalani proses identifikasi. Wawan menegaskan, hingga proses identifikasi selesai, belum dapat dipastikan apakah benda-benda tersebut merupakan milik para korban.

"Kita tidak bisa menyampaikan, mengonfirmasi atau menyampaikan dari sisi gambar atau tampilan video (apakah sama dengan milik korban)," tegas dia.

Menurut Wawan, hasil identifikasi terhadap benda temuan tersebut nantinya dapat menjadi petunjuk dalam pencarian korban. Namun, hal itu masih bergantung pada hasil pemeriksaan untuk memastikan kepemilikan benda tersebut.

"Untuk petunjuk lokasi korban sampai saat ini masih menunggu hasil identifikasi (barang temuan), apabila itu benar berarti ada petunjuk keberadaan korban, tapi kalau bukan kita tentu tidak bisa menilai bahwa itu petunjuk," kata Wawan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement