“Tim tersebut, yakni 1.200 orang Tim Ekspedisi Patriot yang diterjunkan saat ini, sekaligus menjadi bentuk afirmasi nyata dari komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Papua,” jelas Qodari.
Ia menegaskan, skema ini bukan pemerataan seragam ala program sosial biasa, melainkan penyesuaian berbasis kebutuhan riil 53 kawasan prioritas, dengan 11 tema riset spesifik mulai dari reforma agraria hingga hilirisasi dan energi terbarukan.
“Negara memastikan hasil riset Tim Ekspedisi Patriot menjadi bahan rekomendasi kebijakan yang ditindaklanjuti secara berkelanjutan, bukan proyek sekali jalan. Hasil-hasil riset akan menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan yang tepat sasaran, berdampak nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Qodari.
Ia berharap melalui kolaborasi yang erat antara negara, perguruan tinggi, dan masyarakat, kawasan transmigrasi dapat tumbuh sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
(Nadya Kurnia)