sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lonjakan Kasus di Indonesia Belum Signifikan, IDAI Tetap Ingatkan Masyarakat untuk Waspada

News editor Niko Prayoga
20/09/2026 10:19 WIB
IDAI mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap infeksi Influenza A karena memiliki daya tular tinggi serta kemampuan bermutasi yang sangat cepat. 
Lonjakan Kasus di Indonesia Belum Signifikan, IDAI Tetap Ingatkan Masyarakat untuk Waspada. (Foto: Istimewa)
Lonjakan Kasus di Indonesia Belum Signifikan, IDAI Tetap Ingatkan Masyarakat untuk Waspada. (Foto: Istimewa)

Sifat perubahannya yang amat dinamis menjadikan Influenza A memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan tipe B. Prof. Anggraini menambahkan bahwa riwayat mutasi ekstrem pada tipe A tercatat pernah memicu gelombang pandemi besar dalam sejarah kesehatan global.

"Mutasinya, ini yang A ini bisa menyebabkan pandemi sebagaimana dulu pandemi Spanish Flu, kemudian pandemi pada saat ada Mexican atau Swine Flu kalau masih ingat semuanya," tutur dia.

Lalu siapa yang paling beresiko terkena Influenza A? Pada dasarnya, setiap orang dari berbagai kelompok usia dapat terinfeksi virus influenza A maupun B. Kendati demikian, dampak keparahan infeksinya tidak dirasakan sama oleh semua orang.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat hingga komplikasi.

Penyebaran Influenza A yang luas dan cenderung berat sangat berkaitan dengan mekanisme perubahan genetik virus tersebut, baik berupa antigenic drift (perubahan kecil secara berkala) maupun antigenic shift (perubahan besar secara mendadak). 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement