sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menko PMK Sebut Potensi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026 Tembus 155 Juta Orang

News editor Binti Mufarida
11/03/2026 14:19 WIB
Pratikno menyebut adanya potensi pergerakan masyarakat selama mudik Idulfitri 2026 sekitar 155 juta orang.
Menko PMK Sebut Potensi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026 Tembus 155 Juta Orang  (FOTO:Dok Ist)
Menko PMK Sebut Potensi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026 Tembus 155 Juta Orang (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan potensi pergerakan masyarakat selama mudik Idulfitri 2026 sekitar 155 juta orang.

Angka tersebut lebih tinggi dari hasil survei awal yang memperkirakan jumlah pemudik sekitar 143,9 juta orang. Menurut Pratikno, dalam beberapa tahun terakhir realisasi jumlah pemudik biasanya sekitar 10 persen lebih tinggi dari hasil survei.

“Perkiraan surveinya itu adalah 143 juta 915-an ribu, artinya 144 juta menurut survei. Tetapi dari tahun ke tahun, kenyataannya dalam praktiknya lebih tinggi dari survei. Jadi sekitar sepuluhan persen lebih tinggi. Artinya sudah menjadi 155-an juta manusia bergerak ya. Nah makanya kalau itu bergerak di waktu yang sama, ini sangat berat,” kata Pratikno dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan persiapan mudik Lebaran di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Oleh karena itu, pemerintah memberikan berbagai macam kebijakan seperti mendistribusikan waktu keberangkatan pemudik, di antaranya melalui pemberian insentif dan diskon transportasi, penerapan rekayasa lalu lintas buka-tutup, serta penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Harapannya distribusi pemudik ini terjadi ya, tidak menumpuk di satu waktu tertentu," tuturnya. Pratikno juga mengatakan, pemerintah mengatur kombinasi libur nasional, cuti bersama, serta kebijakan flexible working arrangement (FWA) guna memperpanjang periode perjalanan mudik. 

Dia menjelaskan bahwa rangkaian kebijakan tersebut dimulai sejak akhir pekan pada 14–15 Maret 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan kebijakan flexible working arrangement pada 16–17 Maret.

Selanjutnya, pemerintah menetapkan cuti bersama pada 18 Maret, yang bertepatan dengan libur nasional Hari Suci Nyepi pada 19 Maret. Sementara itu, perayaan Idul Fitri diperkirakan berlangsung pada 20–22 Maret 2026, yang kemudian disambung dengan cuti bersama pada 23–24 Maret.

“Dengan harapan pemudik itu tidak numpuk di satu waktu tertentu. Itulah yang betul-betul kita harapkan. Memang terdapat potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri, nanti kita tunggu hasilnya, tapi itu tidak mengganggu ya mengenai jadwal libur dan seterusnya,” kata dia.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement