"Kemudian juga Pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap kita di New York, satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL," katanya.
Dalam forum tersebut, kata Menlu, Indonesia juga menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian.
(Febrina Ratna Iskana)