sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah usai Insiden Stasiun Bekasi Timur

News editor Danandaya Arya Putra
28/04/2026 16:25 WIB
Usulan ini disampaikan usai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang notabene menimpa gerbong khusus perempuan.
Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah usai Insiden Stasiun Bekasi Timur
Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah usai Insiden Stasiun Bekasi Timur

IDXChannel—Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan untuk pemindahan gerbong perempuan yang semula di belakang dan depan rangkaian kereta dipindah ke tengah. 

Usul itu ia sampaikan usai insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026).

“Tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ucap Arifah kepada wartawan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Sehingga, gerbong campuran berada di ujung depan dan belakang kereta, sedangkan gerbong khusus perempuan berada di tengah-tengah. 

Berdasarkan hasil kunjungannya ke RSUD Kota Bekasi, ia menyebut bahwa sebagian korban telah dipulangkan karena kondisinya telah membaik. Adapun korban yang meninggal dunia di RSUD Kota Bekasi berjumlah tiga orang.

“Terinformasi ada 55 yang dirujuk ke RSUD, tiga orang wafat, kemudian 15 sudah kembali ke rumah,” ucapnya.

Dia menyebut mayoritas korban mengalami luka memar hingga patah tulang akibat benturan dari KA Argo Bromo Anggrek. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan korban sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah.
 
“Dari korban, rata-rata kondisinya ada yang memar-memar, tapi juga ada yang patah di beberapa bagian. Kami menyampaikan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini,” sambungnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement