Dia menerangkan, dulu Jakarta hanya punya Transjakarta, tetapi pasca Trans Jabodetabek beroperasi, masyarakat daerah penyangga Jakarta bisa dengan mudah bolak-balik ke Jakarta.
Pasalnya, ada lebih dari 4 juta orang dari daerah penyangga yang pergi ke Jakarta setiap pagi dan kembali pulang pada sore atau malam hari, inilah yang berkontribusi pada arus lalu lintas dan kemacetan Jakarta.
"Maka kami buka apa yang disebut Trans Jabodetabek, dari Jakarta, dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Alam Sutera, Blok M ke Ping, Blok M ke Soekarno-Hatta, dari Pulogadung ke Bekasi, dan sebagainya," jelasnya.
Pasca Trans Jabodetabek beroperasi, kata dia, masyarakat luar Jakarta pun banyak beralih naik transportasi umum, terbukti dari jumlah penumpang rute Blok M ke Bogor sudah mencapai angka 8.000 orang per hari.
Terlebih, saat ini konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 93 persen, dan sangat memudahkan masyarakat.