"Dahulu awal-awal saya menjabat gubernur, orang menggunakan kendaraan publik secara terus-menerus baru kurang 22 persen, sekarang sudah mendekati angka 30 persen," paparnya.
Dengan tingginya angka konektivitas tersebut, papar Pram, dunia pun melihat Jakarta sebagai kota dengan infrastruktur publik yang baik, khususnya dari sisi transportasi.
Bahkan, Jakarta menjadi kota nomor dua di Asean dengan sistem transportasi yang baik setelah Singapura, dan di dunia Jakarta menduduki posisi ke-17. Meskipun Jakarta masih macet, saat ini jumlah penumpang transportasi umum bertambah banyak.
"Jakarta masih macet, iya, tetapi orang melihat sekarang naik transportasi umum di Jakarta relatif lebih aman, lebih nyaman. Maka saya memutuskan setiap Rabu ASN Jakarta wajib menggunakan transportasi publik, itu sekarang disambut oleh swasta," katanya.
(Nadya Kurnia)