sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Momen Prabowo Terpukau Pidato Murid Sekolah Rakyat Pakai Empat Bahasa Asing

News editor Binti Mufarida
12/01/2026 13:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto tampak terpukau menyaksikan kemampuan luar biasa murid-murid Sekolah Rakyat yang menyampaikan pidato dalam empat bahasa asing.
Momen Prabowo Terpukau Pidato Murid Sekolah Rakyat Pakai Empat Bahasa Asing. (Foto Tangkapan Layar YouTube Setpres)
Momen Prabowo Terpukau Pidato Murid Sekolah Rakyat Pakai Empat Bahasa Asing. (Foto Tangkapan Layar YouTube Setpres)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto tampak terpukau menyaksikan kemampuan luar biasa murid-murid Sekolah Rakyat yang menyampaikan pidato dalam empat bahasa asing, yakni Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.

Momen tersebut terjadi dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Dengan penuh percaya diri, para siswa tampil di hadapan Presiden Prabowo, jajaran menteri, serta tamu undangan. Kemampuan berbahasa asing yang ditampilkan para murid ini menjadi gambaran nyata keberhasilan Sekolah Rakyat sebagai program strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.

Pidato pertama disampaikan oleh M Kiendra Lian D, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, menggunakan bahasa Inggris. Dalam pidatonya, Kiendra menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan para siswa Sekolah Rakyat atas kesempatan belajar yang mereka terima. 

Your Excellency, Mr. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia. Honorable Minister of the Red and White Cabinet in attendance. Distinguished teachers and honored guests. Today, we stand here not only as the most smartest children, nor the most fortunate ones,” ujar Kiendra membuka pidatonya.

Dia menegaskan, para siswa Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang diberi kesempatan kedua untuk meraih masa depan melalui pendidikan. Dalam pidato lanjutan berbahasa Inggris, Kiendra juga menyinggung isu kemanusiaan global.

We also know that in Palestine, many children still cannot go to school. We are proud that you had stand for their freedom, and the world has seen that courage. No wonder President Trump, President Macron, even President Putin hold great respect for you,” katanya.

Before you, Mr President, we make this promise we will study sincerity and dedication, we will strive to become honest children, courageous children, and children who will never give up,” ujar Kiendra disambut tepuk tangan hadirin.

Pidato berikutnya disampaikan oleh Royya Al Mala dari SRT 47 Malang menggunakan bahasa Arab. Dalam pidatonya, Royya menggambarkan Sekolah Rakyat sebagai harapan dan masa depan bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Nahnu naqifu huna biwashfina min bayni athfal, alladzina u’thiyat lahum al-fursah al-akhirah li al-ilthihaq bi ad-dirasah. Bin nisbati ilaina, al-madrasatu hiya al-amal, al-madrasatu hiya al-mustaqbal,” ujar Royya.

Dia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang terus mendukung perjuangan pendidikan anak-anak mereka.

Fi hadza al-makan aidhan, yahdhuruna aba’una wa ummahatuna. Humulladzina hamaluna fi du’aihim wa arsyaduna fi shabri,” katanya.

Sementara itu, Nur Aisah dari SRMA 10 Jakarta menyampaikan pidato dalam bahasa Mandarin. Dengan intonasi yang mantap, dia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan rakyat.

Sojya, wo xie xiang shi, wo kan xie dao huo kuan men de,” ujar Nur Aisah dalam pidatonya, yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan dan membangun harapan baru bagi anak-anak Indonesia.

Pidato terakhir disampaikan oleh Riski Aulia dari SRT 7 Probolinggo menggunakan bahasa Jepang. Riski menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo atas kepedulian terhadap pendidikan anak-anak bangsa.

Dakara koso, watashitachi no kokoro no ichiban fukai tokoro kara mōshiagemasu. Arigatōgozaimasu daitōryō kakka Prabowo Subianto,” ujar Riski.

Dia juga mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak pernah berhenti belajar, di mana pun berada. 

Soshite Indonesia no subete no kodomotachi e, doko ni ite mo kesshite manabu koto o yamenaide kudasai. Manabi wa unmei o kaeru michi de ari, Indonesia o kizuku michi de mo arimasu,” katanya.

Menutup rangkaian pidato, Kiendra kembali menyampaikan penegasan identitas dan semangat para murid Sekolah Rakyat.

Thank you Mr President. Thank you Indonesia. This is the student of Sekolah Rakyat. Long live Indonesian children, long live Sekolah Rakyat. Merdeka!”

Sepanjang rangkaian pidato, Presiden Prabowo terlihat menyimak dengan seksama dan beberapa kali memberikan tepuk tangan. Ekspresi kagum Presiden mencerminkan apresiasi tinggi terhadap kemampuan, keberanian, serta semangat belajar para siswa Sekolah Rakyat.

Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Melalui Sekolah Rakyat, negara berupaya membuka akses pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berorientasi global bagi seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement