Dalam beberapa tahun terakhir, Panama terseret dalam rivalitas antara Washington dan Beijing. Negeri Amerika Tengah itu berulang kali membantah Terusan Panama berada di bawah kendali China.
Pada Januari, Mahkamah Agung Panama menyatakan kontrak yang mengizinkan anak perusahaan Hutchison, Panama Ports Company (PPC), untuk mengelola pelabuhan Balboa di Pasifik dan Cristobal di Atlantik sejak 1997 tidak sesuai dengan konstitusi.
Hutchison sempat meminta pemerintah Panama untuk melakukan negosiasi agar perusahaan itu dapat terus mengoperasikan kedua pelabuhan tersebut, namun permintaannya ditolak.
Florez mengatakan bahwa masa transisi selama 18 bulan kini dimulai. Kedua pelabuhan tersebut untuk sementara dioperasikan oleh perusahaan lain sebelum proses tender baru dimulai.
"Pengambilalihan itu ilegal dan tanpa transparansi atau koordinasi," kata PPC.
Pemerintah China juga melayangkan protes setelah Mahkamah Agung Panama mengumumkan putusannya pada Januari lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)