sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Panama Ambil Alih Kendali Pelabuhan Kanal dari Perusahaan Hong Kong

News editor Wahyu Dwi Anggoro
24/02/2026 11:45 WIB
Otoritas Panama mengambil alih kendali dua pelabuhan di Terusan Panama dari CK Hutchison.
Panama Ambil Alih Kendali Pelabuhan Kanal dari Perusahaan Hong Kong . (Foto: Inews Media Group)
Panama Ambil Alih Kendali Pelabuhan Kanal dari Perusahaan Hong Kong . (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Panama mengambil alih kendali dua pelabuhan di Terusan Panama dari CK Hutchison.

Dilansir dari AFP pada Selasa (24/2/2026), konsesi yang dimiliki perusahaan asal Hong Kong.itu baru-baru ini dibatalkan Mahkamah Agung Panama.

"Otoritas Maritim Panama telah mengambil alih pelabuhan-pelabuhannya dan menjamin keberlanjutan operasi," kata Direktur Pelabuhan Max Florez.

Pengambilalihan ini terjadi di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Washington menuduh Beijing menguasai kanal penting tersebut.

Terusan Panama dibangun AS pada awal abad ke-20, sebelum diserahkan ke Panama pada 1999.

Dalam beberapa tahun terakhir, Panama terseret dalam rivalitas antara Washington dan Beijing. Negeri Amerika Tengah itu berulang kali membantah Terusan Panama berada di bawah kendali China.

Pada Januari, Mahkamah Agung Panama menyatakan kontrak yang mengizinkan anak perusahaan Hutchison, Panama Ports Company (PPC), untuk mengelola pelabuhan Balboa di Pasifik dan Cristobal di Atlantik sejak 1997 tidak sesuai dengan konstitusi.

Hutchison sempat meminta pemerintah Panama untuk melakukan negosiasi agar perusahaan itu dapat terus mengoperasikan kedua pelabuhan tersebut, namun permintaannya ditolak.

Florez mengatakan bahwa masa transisi selama 18 bulan kini dimulai. Kedua pelabuhan tersebut untuk sementara dioperasikan oleh perusahaan lain sebelum proses tender baru dimulai.

"Pengambilalihan itu ilegal dan tanpa transparansi atau koordinasi," kata PPC.

Pemerintah China juga melayangkan protes setelah Mahkamah Agung Panama mengumumkan putusannya pada Januari lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement