Trump sering mempertanyakan relevansi PBB dan menyerang program prioritas badan dunia itu. Trump juga meluncurkan Dewan Perdamaian bulan ini, yang menurut para kritikus dimaksudkan untuk menjadi saingan PBB.
Baca Juga:
Meskipun lebih dari 150 negara anggota telah membayar iuran mereka, PBB mengakhiri 2025 dengan kontribusi yang belum dibayar sebesar USD1,6 miliar, dua kali lipat lebih tinggi dibanding 2024.
"Hal ini membuat organisas rentan terhadap risiko keuangan struktural," kata Guterres. (Wahyu Dwi Anggoro)