"Yang kami bangun adalah perlintasan sebidang antara jalan dengan rel kereta api itu yang jalannya cukup menjadi jalur utama," tambahnya.
Pramono menyebut proyek pelebaran jalan sejajar ini sebelumnya telah direncanakan sejak era Fauzi Bowo. Dia mengaku tertarik mendalami proyek tersebut, lantaran tak kunjung rampung setelah melewati delapan periode kepemimpinan gubernur di Jakarta.
"Bahwa jalan ini sudah delapan gubernur kok enggak selesai-selesai. Itu yang kemudian membuat saya tertarik untuk melakukan dan mendalami," ucap Pramono, Senin (14/9).
Dia menyebut proses pembahasan lahan untuk proyek jalan tersebut telah mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya akan dilakukan pembebasan lahan hingga 2026.
"Alhamdulillah, pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen," tuturnya.