Dia mengakui bahwa posisinya sebagai presiden memiliki risiko tinggi, namun menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya di tengah berbagai ancaman.
Rekaman video dari lokasi menunjukkan momen saat suara ledakan keras terdengar di dalam ruangan, memaksa para tamu, termasuk Presiden, untuk berlindung. Agen Secret Service segera mengamankan Presiden dan mengevakuasinya ke lokasi yang lebih aman sesuai protokol keamanan.
Otoritas masih menyelidiki sumber pasti suara yang terdengar di lokasi, meskipun keberadaan pelaku bersenjata telah dikonfirmasi.
Hingga Sabtu malam, Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut terkait kronologi lengkap insiden maupun dampaknya terhadap agenda presiden berikutnya.
Peristiwa ini menambah ketegangan di Washington dan berpotensi menjadi perhatian pasar, mengingat stabilitas politik sering kali memengaruhi sentimen risiko global.
(DESI ANGRIANI)