Di samping itu, pengguna LRT Jabodebek juga tumbuh pada akhir pekan dan libur nasional. Pada Agustus 2026, rata-rata pengguna pada akhir pekan dan hari libur nasional mencapai 49.900 pengguna per hari, meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan 47.020 pengguna.
Angka tersebut menunjukkan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek semakin beragam. LRT tidak hanya digunakan untuk perjalanan menuju dan pulang dari tempat kerja, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan masyarakat pada akhir pekan, baik untuk menuju pusat aktivitas, bertemu keluarga, mengakses fasilitas publik, maupun melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lainnya.
Perubahan pola tersebut juga terlihat dari aktivitas tap in dan tap out di sejumlah stasiun. Di Stasiun Kampung Rambutan, misalnya, jumlah tap in meningkat 20,4 persen dari 54.282 di 2025 menjadi 65.363 di 2026, dan tap out meningkat 21,3 persen dari 52.086 di 2025 menjadi 63.203 di 2026.
Di Stasiun Jatimulya, tap in tumbuh 12 persen dari 135.366di 2025 menjadi 151.628 di 2026, sementara tap out meningkat 9 persen dari 131.144 di 2025 menjadi 142.916 di 2026. Adapun di Stasiun Harjamukti, pertumbuhan tap in mencapai 11,7 persen dari 286.920 di 2025 menjadi 320.366 di 2026 dan tap out 9,6 persen dari 296.632 di 2025 menjadi 325.199 di 2026.
Radhitya mengatakan, pertumbuhan pengguna pada hari kerja maupun akhir pekan menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik.