"Kereta jarak jauh ini kita bisa melayani hampir 700 ribu. Kalau tahun yang lalu kita melayani 600 ribuan dalam 1 tahun warga negara asing. Tetapi di 10 bulan ini kita berhasil melayani hampir 700 ribu ya sampai di bulan Oktober," kata Anne.
Dia menyebut, sejumlah stasiun yang menjadi tujuan utama penumpang asing antara lain Yogyakarta, Gambir, dan Bandung. Sementara itu, berdasarkan volume penumpang asing, lima wilayah operasi dengan jumlah terbesar yakni Daop 1 Jakarta, Daop 6 Yogyakarta, Daop 8 Surabaya, Daop 2 Bandung, dan Daop 4 Semarang.
KAI juga melihat potensi pertumbuhan penumpang asing di sejumlah wilayah lain. Purwokerto menjadi salah satu daerah yang menunjukkan perkembangan menonjol dan dinilai berpotensi menjadi destinasi wisata alternatif setelah Yogyakarta dan Banyuwangi.
Selain Purwokerto, pertumbuhan penumpang asing juga terlihat di Semarang, Palembang, Madiun, dan Surabaya. Anne mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan kereta api semakin diminati wisatawan asing untuk menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia.
"Kalau kita lihat dari pertumbuhan warga negara asing yang naik kereta yang kita sangat surprise adalah Purwokerto di mana yang pertumbuhannya juga yang nomor satu adalah Semarang. Bahkan di Palembang sendiri kereta api juga menjadi salah satu daya tarik warga negara asing yang naik kereta, kemudian Madiun dan Surabaya," katanya.
(Dhera Arizona)