sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penyaluran Bansos Tembus 90 Persen, Korban Bencana Sumatera Terima Rp1,8 Triliun

News editor Binti Mufarida
26/02/2026 12:17 WIB
Selain mendapatkan bansos reguler, masyarakat terdampak bencana di Sumatera juga menerima bansos adaptif atau bansos kebencanaan senilai ratusan miliar.
Penyaluran Bansos Tembus 90 Persen, Korban Bencana Sumatera Terima Rp1,8 Triliun. (Foto: Istimewa)
Penyaluran Bansos Tembus 90 Persen, Korban Bencana Sumatera Terima Rp1,8 Triliun. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Hingga pekan pertama Ramadan tahun ini, Kementerian Sosial mencatat penyaluran bantuan sosial reguler sudah mencapai 90 persen secara nasional, termasuk bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera.  

“Sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional. Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).

Untuk mendukung pemulihan dan stimulus ekonomi di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kemensos telah menyalurkan bansos PKH dan sembako kepada 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai Rp1,8 triliun.

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif atau bansos kebencanaan untuk masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. 

Bansos kebencanaan itu meliputi bantuan logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (Jadup) dan bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.

Rinciannya, yakni santunan ahli waris bagi korban yang meninggal dunia yang sudah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan nilai Rp14 miliar lebih. 

“Dan ini terus, setiap ada surat, setelah ditemukan ahli warisnya, langsung kita salurkan untuk tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” imbuhnya.

Kemudian pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera, Kemensos menyalurkan bantuan jaminan hidup yang ditujukan bagi 175.211 penerima manfaat, senilai Rp450.000 per orang selama tiga bulan.

“Nilainya Rp238 miliar lebih, ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Lalu kita mulai salurkan secara bertahap melalui PT POS maupun juga BSI,” jelas Gus Ipul.

Selanjutnya, bantuan isian rumah yang telah disalurkan kepada lebih dari 47.000 KPM, dengan nilai lebih dari Rp143 miliar. Setiap keluarga menerima bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta.

“Kemudian adalah santunan isian untuk rumah. Baik yang di huntara maupun di hunian tetap, maupun juga tentu yang menyewa, atau mengikuti program terima bantuan dana tunggu hunian,” ujarnya.

Terakhir, dalam rangka stimulus sosial ekonomi, Kemensos sedang menyalurkan bantuan untuk lebih dari 47.000 KPM, dengan nilai lebih dari Rp238 miliar. Setiap keluarga menerima bantuan stimulan sosial ekonomi rumah sebesar Rp5 juta.

“Secara keseluruhan bansos adaptif yang kita salurkan pada tahap pertama ini adalah Rp632,8 miliar. Jadi ini untuk tahap pertama bansos adaptif di tiga provinsi itu,” kata Gus Ipul.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement