Pengamanan ini, turut mengantisipasi penyebaran hoaks, provokasi, ujaran kebencian, hingga ajakan mobilisasi massa. Kemudian juga, kemungkinan cuaca ekstrem, kebakaran, serta kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat.
Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena berpotensi memengaruhi mobilitas dan transportasi.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, Polri menyiapkan pengamanan berlapis. Pemeriksaan tiket, orang, serta barang bawaan akan diperketat.
Sterilisasi juga dilakukan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pergerakan tim, mulai dari venue pertandingan, hotel, lokasi latihan, hingga rute yang akan dilalui pemain dan official.
Sementara pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Laksana meminta personel yang bertugas tidak hanya mengandalkan pengamanan saat gangguan terjadi.
"Tingkatkan patroli terbuka maupun tertutup pada titik rawan kriminalitas, patroli siber dan monitoring media sosial, serta kesiapan pengamanan antiteror, penjinak bom, dan antidrone," kata Laksana.
(Nur Ichsan Yuniarto)