sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Potensi Dagang Capai USD40 Miliar, Kadin Ajak Industri Ekspansi Bisnis ke AS

News editor Rohman Wibowo
27/02/2026 22:31 WIB
Catatan Kadin, potensi nilai perdagangan Indonesia ke negeri Paman Sam sedikitnya USD40 miliar.
Potensi Dagang Capai USD40 Miliar, Kadin Ajak Industri Ekspansi Bisnis ke AS
Potensi Dagang Capai USD40 Miliar, Kadin Ajak Industri Ekspansi Bisnis ke AS

IDXChannel - Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, mendorong industri dalam negeri untuk lebih ekspansif dalam mengekspor produk unggulannya ke Amerika Serikat (AS).

Catatan Kadin, potensi nilai perdagangan Indonesia ke negeri Paman Sam sedikitnya USD40 miliar.

Anin menekankan pelaku usaha mesti memanfaatkan momentum penyesuaian tarif dagang yang disepakati Indonesia-AS baru-baru ini. Terlebih komoditas yang bebas tarif atau 0 persen mengeskpor barang ke AS. 

Sejumlah industri dinilainya bakal mendapat keuntungan dari kesepakatan tarif dagang ini, mulai dari industri tekstil, alas kaki, furnitur, hingga elektronik. Sehingga, katanya, industri dalam negeri mesti memperluas kapasitas produksinya, bahkan bisa melakukan diversifikasi produk.

"Perlu dicatat bahwa Amerika itu adalah mitra berdagang Indonesia yang nomor dua terbesar. Bagaimana kita meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa menghasilkan ekspor dan devisa yang lebih. Jadi justru kita harus berpikir bukan hanya defensif dari sisi bertahan, tapi kalau sudah dibuka jalan (penyesuaian tarif), bagaimana bisa ofensif," kata Anin saat ditemui di kediamannya di Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

Saat ditanya soal konsekuensi tarif 0 persen, Anin mengatakan pembelian sejumlah bahan baku sebagai penentuan kuota impor merupakan hal sah saja. Justru, katanya, itu tidak akan memberikan efek negatif bagi neraca perdagangan kedua belah negara.

"Saya rasa kita jalan terus, saya yakin perdagangan dengan Amerika hasilnya itu akan positif. Dan banyak barang-barang yang diimport dari Amerika seperti kedelai, kapas, maupun juga gandum. Itu hal-hal yang memang kita butuhkan. Yang penting adalah harganya itu terjangkau," kata Anin.

Anin juga merespons soal konsekuensi lain kesepakatan tarif dagang terkait harusnya ada persetujuan AS saat Indonesia menjalin kerja sama dagang dengan negara lain. Menurutnya, klausul itu bukan sebagai isu bagi pelaku usaha di Indonesia.

Perluasan pasar ke luar AS, kata Anin, bakal terus dilakoni industri dalam negeri. Sebab, Indonesia tidak bisa bergantung pada pangsa pasar tertentu demi kepentingan keberlanjutan bisnis.

"Di Indonesia itu, dunia usaha mesti fleksibel dan juga agile. Kami membuka pasar seluas mungkin, ke timur dengan China adalah mitra dagang terbesar, ke barat dengan Amerika juga mitra dagang terbesar," kata dia.

"Kami juga mau perluasan pasar di ASEAN, dengan Eropa, Kanada, Eurasia, negara-negara sekitar Rusia, apapun kita mesti jajaki, karena bagaimanapun juga kita butuh pertumbuhan ekspor-impor yang sehat, yang positif," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement