Selain pembangunan infrastruktur kesehatan, pemerintah juga menghadapi persoalan kekurangan tenaga medis, khususnya dokter umum dan dokter spesialis.
Prabowo menyebut Indonesia masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum. Sementara itu, sebanyak 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi dan 481 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis.
“Untuk memperkuat upaya ini, sebagaimana saya telah laporkan ke Majelis ini, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum, dan dokter spesialis kita,” katanya.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit.
“Karena itu kita telah membuka 9 fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Dan ini kita akan upayakan akan lebih banyak lagi,” ujar Prabowo.