"Pada saat pertemuan kedua kepala negara, Presiden Macron kembali mengundang dan mengajukan tanggal yang saat ini," kata dia.
Dia menegaskan, keputusan Presiden Prabowo berangkat ke Prancis juga dilandasi pertimbangan diplomatik karena undangan tersebut telah diajukan untuk kedua kalinya.
"Karena sudah diajukan dua kali, ini yang kedua, maka Bapak Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris," ujar Sugiono.
Selain itu, kunjungan tersebut menjadi bentuk balasan atas lawatan Macron ke Indonesia sebelumnya sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis diharapkan dapat mempererat kerja sama strategis di bidang politik, ekonomi, hingga pertahanan antara Indonesia dan Prancis.
(Dhera Arizona)