"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan kebakaran hutan lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatera," ujar Teddy.
Selain membahas penanganan karhutla, Prabowo juga meminta agar edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan dilakukan hingga tingkat desa. Edukasi tersebut nantinya diberikan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) kepada masyarakat.
Teddy menuturkan Prabowo ingin para Babinsa di setiap desa diberi edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan. Sehingga hutan dapat dijaga secara bersama.
"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," pungkasnya. (Wahyu Dwi Anggoro)