sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, Bangunan Peninggalan Belanda Sejak 1914 

News editor Binti Mufarida
30/07/2026 13:21 WIB
Prabowo menegaskan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus memperkuat identitas bangsa.
Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, Bangunan Peninggalan Belanda Sejak 1914 
Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, Bangunan Peninggalan Belanda Sejak 1914 

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun peninggalan era kolonial Belanda di tahun 1914 yang menjadi cagar budaya nasional, Kamis (30/7/2026).

Prabowo menegaskan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah digunakan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan pada awal kemerdekaan.

"Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu, menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pelestarian bangunan bersejarah merupakan tanggung jawab bangsa agar tidak kehilangan jati diri di tengah kemajuan pembangunan.

"Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Dan kita memang mengalami masa penjajahan yang lama, tapi kita juga manfaatkan masa itu untuk belajar. Belajar teknologi, belajar sains untuk kita mengejar kemajuan dan semua yang diperlukan untuk menjadi bangsa yang kuat dan bangsa yang merdeka," kata dia.

Prabowo menekankan bahwa berbagai bangunan bersejarah, termasuk peninggalan masa kolonial, tetap harus dirawat karena telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.

"Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita," katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement