Menurut Prabowo, saat itu ia ditawari dua pilihan kendaraan, yakni Jeep impor yang lebih murah dan Jeep buatan Indonesia yang harganya lebih tinggi. Namun, ia memilih produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional.
“Tapi TNI saya disodorkan: 'Pak, ini Jeep bagus Pak, murah buatan asing. Ini buatan Indonesia tapi mahal Pak'. Ya karena kita baru mulai! Kalau saya pilih yang murah ini, kapan Indonesia punya Jeep sendiri? Ya kan. Ya sudah, saya pilih yang mahal, agak mahal tapi buatan anak-anak Indonesia sendiri, yaitu Maung! Yang sekarang dipakai perwira-perwira kita sekarang pakai Maung,” katanya.
Kini kendaraan taktis Maung telah digunakan oleh para perwira TNI dan mulai didistribusikan hingga tingkat komando rayon militer. “Saya dengar Danramil sudah pakai Jeep juga ya? Hah? Gagah itu. Ya enggak bisa semua serentak. Itu ada yang teriak 'belum'. Pasti Danramil yang belum dapat Jeep itu,” tuturnya.
Prabowo mengatakan Babinsa mulai menerima motor listrik sebagai kendaraan operasional. Ia mengaku bangga melihat semakin banyak kendaraan buatan Indonesia digunakan oleh aparat negara.
“Babinsa sudah mulai kan dapat motor-motor ya? Motor listrik. Itu di film sudah ada, nah itu. Jadi sekarang kalau saya lihat kota saya lihat ada Jeep-jeep, bangga juga saya. Waduh, TNI sekarang pakai Jeep sendiri,” pungkasnya.
(Febrina Ratna Iskana)