sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Usulkan Pengadilan Ad Hoc untuk Direksi BUMN dalam 30 Tahun Terakhir

News editor Riyan Rizki Roshali
14/08/2026 12:33 WIB
Prabowo ingin membentuk suatu lembaga pengadilan khusus guna mengusut pelanggaran yang terjadi belakangan.
Prabowo Usulkan Pengadilan Ad Hoc untuk Direksi BUMN dalam 30 Tahun Terakhir. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Prabowo Usulkan Pengadilan Ad Hoc untuk Direksi BUMN dalam 30 Tahun Terakhir. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)

"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut, untuk kita usut pengurus-pengurus, direksi 30 tahun ke belakang mungkin," ungkap dia.

Namun, Prabowo juga ingin memberikan pengampunan kepada mereka yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Amnesti diberikan bagi mereka yang sadar. Usulan itu ia serahkan kepada legislatif untuk memutuskan.

"Saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta, kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus, untuk mereka yang taubat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui," kata Prabowo.

"Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan," tambahnya.

Prabowo menegaskan, sudah terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Seringkali, mereka bahkan memalsukan laporan keuangannya.

"Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja untungnya itu. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan kerja sama dengan BUMN kita," jelasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement