IDXChannel - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi tiga sungai utama sebagai upaya jangka menengah pengendalian banjir di Ibu Kota. Ketiga sungai tersebut yakni, Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Cakung Lama.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan normalisasi Kali Ciliwung akan dikerjakan bersama Pemerintah Pusat. Ia menegaskan normalisasi kali ini akan dikerjakan pada 2026.
"Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dengan PU untuk membuat tanggul dan sebagainya. Sedangkan untuk Krukut dan Cakung Lama kita mulai setahun ini," sambungnya.
Sambil menunggu pengerjaan normalisasi, Pramono memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan pengerukan kali secara terus menerus. Sebanyak 200 unit alat berat dikerahkan guna mengangkat sedimen.
"Jadi yang pertama untuk kali di Jakarta saya sudah perintahkan sumber daya air untuk dilakukan pengerukan itu terus menerus. Karena kita punya 200 ekskavator dan seterusnya," ujarnya.
Meski dilakukan pengerukan secara terus menerus, Pramono mengaku kapasitas daya tampung Kali di Jakarta tetap saja terbatas. Kemapuan Kali di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
Pramono menjelaskan, jika curah hujan di Jakarta melebihi 150 milimeter, maka kali dan sungai tidak lagi mampu menampung debit air. Karena itu, normalisasi Kali menjadi jalan terakhir untuk menambah daya tampung air demi menekan risiko banjir.
"Persoalannya adalah karena catchment-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya enggak ada tambahan sedimen itu cuma mampu di Jakarta ini menampung untuk curah hujan 150 millimeter per hari," ucapnya.
(Febrina Ratna Iskana)