Meski dilakukan pengerukan secara terus menerus, Pramono mengaku kapasitas daya tampung Kali di Jakarta tetap saja terbatas. Kemapuan Kali di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
Pramono menjelaskan, jika curah hujan di Jakarta melebihi 150 milimeter, maka kali dan sungai tidak lagi mampu menampung debit air. Karena itu, normalisasi Kali menjadi jalan terakhir untuk menambah daya tampung air demi menekan risiko banjir.
"Persoalannya adalah karena catchment-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya enggak ada tambahan sedimen itu cuma mampu di Jakarta ini menampung untuk curah hujan 150 millimeter per hari," ucapnya.
(Febrina Ratna Iskana)