Karena itu, Pemprov DKI Jakarta meminta penambahan kuota peserta didik Sekolah Rakyat sebanyak 1.000 siswa.
"Karena itu, maka Jakarta langsung saya memutuskan untuk minta kalau untuk Jakarta tambah 1.000 siswa. Dan kami akan menyiapkan boarding school sekolahnya, nanti pendidikan pembelajarannya oleh pemerintah pusat," ujarnya.
Dia menegaskan tambahan kuota tersebut diharapkan menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat paling bawah.
"Saya minta yang 1.000 ini betul-betul dari keluarga yang terbawah. Keluarga broken home, keluarga yang anak-anak putus sekolah, anak-anak yang sekarang ini sudah sebagian besar, yang kemarin saya lihat sendiri, yang bekerja di tepi jalanan, pengamen, dan sebagainya," katanya.
Menurut Pramono, perubahan yang dialami para siswa Sekolah Rakyat terlihat nyata. Ia mengaku terkejut melihat kemampuan para siswa yang sudah mampu berbahasa asing dan memiliki optimisme tinggi terhadap masa depan.