Tak hanya limbah padat, TACO juga mengelola limbah cairnya secara mandiri melalui sistem Waste Water Treatment Plant (WWTP) berbasis proses biologi atau aerobik. Di mana, air limbah diproses hingga melampaui baku mutu standar bahkan mendekati standar layak siram.
Hal itu, dapat lihat dari penggunaan air hasil pengolahan limbah untuk menyiram tanaman di sekitar halaman kantor serta pabrik di Fasilitas Produksi Cikande.
“Airnya cukup bersih. Hasil olahan kita bukan hanya layak dibuang, tapi sudah sampai tahap layak siram. Kita gunakan kembali untuk menyiram area hijau di sekeliling pabrik sebanyak empat kali sehari,” beber dia.
Lebih lanjut, Wisnu menuturkan bahwa selain dua limbah di atas, pihaknya juga turut memproduksi limbah B3. Namun, limbah tersebut tidak bisa dikelola secara mandiri secara internal karena regulasi. Mereka akhirnya menerapkan metode co-processing bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti industri semen.
Dengan cara ini, limbah tetap memberikan manfaat sebagai bahan bakar alternatif bagi industri lain daripada sekadar dimusnahkan di insinerator.