sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produsen HPL TACO Olah Limbah secara Mandiri, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Boiler

News editor Niko Prayoga
24/04/2026 14:13 WIB
Produsen lantai vinyl mewah, TACO, telah mengolah limbahnya sendiri secara mandiri dan mengubahnya menjadi bahan bakar boiler untuk produksinya sendiri.
Produsen HPL TACO Olah Limbah secara Mandiri, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Boiler. (Foto: TACO)
Produsen HPL TACO Olah Limbah secara Mandiri, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Boiler. (Foto: TACO)

IDXChannel—PT TACO adalah salah satu produsen high pressure laminate (HPL) di Indonesia yang melakukan pengolahan limbah secara mandiri untuk mendukung zero waste. Limbah HPL yang diolah TACO diproses menjadi bahan bakar boiler untuk kegiatan produksi. 

Adapun jenis limbah yang diproses adalah potongan HPL, sanding dust atau cutting dust yang menumpuk. 

Sebagai tambahan informasi, TACO atau PT Tangkas Cipta Optimal adalah perusahaan yang memproduksi lantai vinyl mewah, perangkat keras fitting furnitur, dan sebagainya. TACO dikenal sebagai salah satu produsen dan distributor terbesar HPL di Indonesia. 

Factory Head TACO, Wisnu Purnayusepta, mengatakan bahwa kandungan kalori dalam limbah HPL cukup tinggi, yaitu di atas 4.200 kilokalori per kilogram. Sehingga bisa berpotensi menjadi bahan bakar untuk boiler.

“Kita sudah cek limbah kita itu ternyata kita cek nilai kalorinya itu cukup tinggi baka lebih tinggi dibanding biomass. Jadi biomass itu memang bahan bakar yang biasa dipakai, jadi di atas 4.200 kilokalori per kilogram, itu nilai yang cukup besar,” kata Wisnu dalam penjelasannya di Fasilitas Produksi TACO Cikande, Serang Banteng pada Kamis (23/4/2026).

Proses awal pengolahan adalah dengan mencacah setiap limbah HPL menjadi potongan kecil yang kemudian dipadatkan dan dicampur dengan batok kelapa sawit serta bahan lainnya yang akan dipadatkan dan menjadi bahan bakar bagi boiler.

“Dari proses produksi ada potongan pinggir-pinggirannya,ada pemotongan, ada sanding dust, atau cutting dust, itu kita ubah menjadi potongan kecil, jadi mirip seperti biomassa,” ucap dia.

Dengan cara tersebut, TACO berhasil menghindari ribuan ton CO2eq emisi per tahun serta mengoptimalkan penggunaan energi nonfosil hingga 99,8 persen untuk kebutuhan utilitas produksinya sendiri. 

Bahkan, mereka melakukan investasi besar pada fasilitas boiler yang didesain khusus agar mampu menyerap 100 persen bahan bakar nonfosil.

“Kita bisa sampaikan sudah sampai 99,8 persen; boiler sudah 100 persen; kita tidak pernah pakai batu bara. Walaupun bisa pakai batu bara, kita tambahin lagi dia harus bisa menyerap bahan bakar ekstra yang tadi potongan-potongan (limbah HPL),” jelas Wisnu.

Tak hanya limbah padat, TACO juga mengelola limbah cairnya secara mandiri melalui sistem Waste Water Treatment Plant (WWTP) berbasis proses biologi atau aerobik. Di mana, air limbah diproses hingga melampaui baku mutu standar bahkan mendekati standar layak siram.

Hal itu, dapat lihat dari penggunaan air hasil pengolahan limbah untuk menyiram tanaman di sekitar halaman kantor serta pabrik di Fasilitas Produksi Cikande.

“Airnya cukup bersih. Hasil olahan kita bukan hanya layak dibuang, tapi sudah sampai tahap layak siram. Kita gunakan kembali untuk menyiram area hijau di sekeliling pabrik sebanyak empat kali sehari,” beber dia.

Lebih lanjut, Wisnu menuturkan bahwa selain dua limbah di atas, pihaknya juga turut memproduksi limbah B3. Namun, limbah tersebut tidak bisa dikelola secara mandiri secara internal karena regulasi. Mereka akhirnya menerapkan metode co-processing bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti industri semen.

Dengan cara ini, limbah tetap memberikan manfaat sebagai bahan bakar alternatif bagi industri lain daripada sekadar dimusnahkan di insinerator.

“Limbah B3 ini kita pilih untuk industri semen karena semen itu perlu bahan bakar. Mereka sudah punya izin untuk mengelola limbah B3. Jadi, limbah B3 kita tidak sembarangan dibuang; diproses oleh pihak ketiga dengan co-processing yang kita pilih. Jadi memberi manfaat kepada pihak ketiga juga,” papar Wisnu.

Dengan cara di atas dan sistem operasional berkelanjutan, TACO mendapat dukungan melalui berbagai sertifikasi nasional dan internasional, seperti Tingkat Ko…

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement