Berdasarkan informasi di laman resmi LinkedIn-nya, perusahaan ini mengelola PLTA dengan kapasitas 510 MW. Pembangunan konstruksi dijadwalkan rampung pada akhir Desember tahun lalu dan ditargetkan mulai beroperasi tahun ini.
PLTA Batang Toru direncanakan sebagai pembangkit listrik bertenaga air, ramah lingkungan dan andal, terbesar di Sumatera dan mampu menopang sekitar 15 persen beban puncak dalam sistem kelistrikan di pulau tersebut.
Mengutip informasi dari Assegaf Hamzah & Partners (21/1/2026), PT North Sumatera Hydro Energy mendapatkan pembiayaan senilai USD1,25 miliar untuk pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan tersebut.
Proyek ini adalah bagian dari program strategis nasional yang menargetkan pengembangan pembangkit listrik di seluruh Indonesia dengan total kapasitas 35.000 MW, juga bagian dalam upaya pengurangan emisi karbon.
Menurut Power Technology, PLTA ini menggunakan aliran sungai dan tidak memerlukan waduk atau bendungan besar, tetapi memanfaatkan kolam atau tandon harian dan manajemen yang tepat untuk menjaga debit air.