"Perjalanan kita masih panjang karena penduduk Indonesia sekarang hampir 290 juta. Baru sepertiga," katanya.
Lebih lanjut, Qodari melaporkan, khusus untuk anak usia sekolah, berdasarkan data periode 1 Januari-3 Mei 2026, Kementerian Kesehatan telah melakukan skrining terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah. Sebanyak 22,1 persen atau 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah tinggi.
"Fenomena baru ini, anak-anak sudah darah tinggi. Penguatan deteksi di puskesmas. Puskesmas akan diperkuat dengan alat NPOCD, Near Point of Care Testing, dan pemeriksaan X-ray yang akan dimulai pada semester II tahun ini," katanya.
(Rahmat Fiansyah)