IDXChannel - Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menekankan urgensi proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di kawasan pesisir Jakarta, Kendal, Semarang hingga Demak bukan hanya meminimalisasi dampak lingkungan bagi masyarakat. Namun, juga bisa menghindari potensi kerugian ekonomi akibat abrasi atau penurunan permukaan tanah.
"Bukan hanya saja penduduk di samping penduduk 17 sampai 20 juta jiwa yang harus kami lindungi, tapi seluruh aset-aset nasional yang ada di Pantura Jawa ini lebih kurang sekitar USD368 miliar," kata Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Didit, yang juga Wakil Menteri KKP, merincikan sejumlah aset strategis nasional seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), railway sampai fasilitas kesehatan yang dalam pembangunannya menyerap anggaran pemerintah pusat dan daerah. Belum lagi, ada pabrik-pabrik yang berpotensi terancam keberadaannya atau operasional bisnisnya akibat penurunan permukaan tanah.
"Contoh lagi kantor-kantor swasta ataupun pabrik-pabrik yang sudah berdiri mulai zaman Belanda. Contoh Semarang terjadi land subsidence. Ada lapangan terbang, itu juga terjadi penurunan," ujar Didit.