"Rencananya nanti mungkin di sesi yang malam itu akan beliau (Presiden) sampaikan," ujarnya.
Prasetyo menyampaikan, terkait hilirasi ini ada sejumlah kegiatan dalam waktu dekat yang akan dilakukan Pemerintah. Dia menyebut, pada Januari, ada sekitar enam groundbreaking dari program hilirisasi, yang kemudian dilanjutkan pada Februari dan di Maret untuk menyelesaikan sekitar 18 program hilirisasi yang sudah disepakati.
Contoh yang pertama adalah berkenaan dengan Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini, kata dia, sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Menurutnya, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah.
"Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME," kata dia.
"Kemudian juga ada program-program di bidang pertanian yang tadi sudah kami sebutkan, itu adalah salah satu program padat karya tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Besar kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, cokelat, pala, dan sebagainya," ujarnya melanjutkan.
(Dhera Arizona)