sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ruang Udara Iran Masih Ditutup, Penerbangan RI ke Timteng dan Eropa Memutar ke India

News editor Iqbal Dwi Purnama
17/03/2026 10:41 WIB
Sejumlah penerbangan internasional dari Indonesia menuju kawasan Timur Tengah dan Eropa harus menyesuaikan rute dengan memutar, menghindari wilayah konflik.
Ruang Udara Iran Masih Ditutup, Penerbangan RI ke Timteng dan Eropa Memutar ke India. (Foto Istimewa)
Ruang Udara Iran Masih Ditutup, Penerbangan RI ke Timteng dan Eropa Memutar ke India. (Foto Istimewa)

IDXChannel - AirNav Indonesia menyatakan sejumlah penerbangan internasional dari Indonesia menuju kawasan Timur Tengah dan Eropa harus menyesuaikan rute dengan memutar untuk menghindari wilayah konflik. Hal ini dikarenakan ruang udara Iran masih ditutup hingga 22 Maret 2026.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan, penutupan ruang udara Iran merupakan perpanjangan dari pemberitahuan sebelumnya yang semula berlaku hingga 15 Maret 2026, dengan menimbang kondisi konflik yang memanas.

"Update tadi pagi di Timur Tengah masih ada beberapa penutupan ruang udara. Yang kemarin kalau tidak salah sampai 15 Maret, sekarang penutupan ruang udara Iran diperpanjang sampai 22 Maret," ujar Setio saat ditemui dalam acara Media Gathering di Jakarta, dikutip Selasa (17/3/2026).

Menurut dia, AirNav terus memantau perkembangan tersebut dengan mengkompilasi pembaruan Notice to Airmen (Notam) terkait kondisi ruang udara di kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut kemudian disampaikan ke pusat komando AirNav dan juga ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menjadi dasar pemantauan operasional penerbangan.

Setio menjelaskan, meski ada penutupan ruang udara, penerbangan dari Indonesia menuju Timur Tengah maupun yang melintas ke Eropa masih tetap berlangsung dengan penyesuaian jalur penerbangan. Maskapai akan diarahkan menggunakan rute memutar menghindari wilayah konflik.

"Masih ada trafik yang terbang ke sana, baik ke Timur Tengah maupun melintas ke Eropa. Jalurnya kemungkinan tidak langsung, tapi memutar ke arah India," katanya.

Berdasarkan pemantauan AirNav, setiap hari terdapat sekitar 20 penerbangan yang terdampak kondisi tersebut. Pada hari sebelumnya tercatat sekitar 23 pesawat yang batal terbang setiap harinya karena konflik tersebut.

Penerbangan yang terdampak antara lain rute menuju Amsterdam, Jeddah, dan Abu Dhabi yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta maupun dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Setio menambahkan, angka tersebut merupakan pergerakan pulang-pergi (PP), baik penerbangan dari Indonesia menuju Timur Tengah maupun penerbangan sebaliknya yang kembali ke Tanah Air. 

Meski demikian, AirNav akan terus memonitor perkembangan situasi ruang udara di kawasan konflik untuk memastikan keselamatan dan kelancaran navigasi penerbangan.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement