Selain itu, BGN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memperluas pelibatan para pakar sebelum 5 Agustus 2026 mendatang. BGN ingin menghimpun masukan dari ahli gizi, dokter gizi, dokter anak, dan berbagai pihak terkait untuk menyusun kajian bersama.
Menurut Sudaryono, masukan tersebut diperlukan untuk membahas berbagai persoalan, mulai dari penanganan stunting, penyusunan menu, kandungan gizi, hingga metode intervensi yang tepat di daerah dengan angka stunting tinggi.
"Dengan melibatkan banyak ahli gizi, dokter-dokter gizi, dokter anak dan lain-lain, maka kami ingin mendapatkan lebih banyak masukan terkait stunting, terkait menu, terkait kandungan gizinya dan seterusnya," katanya.
BGN juga berencana mengundang berbagai organisasi profesi dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk asosiasi chef, guna menjaring masukan khususnya terkait penyusunan menu bergizi.
"Dan kita akan mengundang yang lain-lain juga, mengundang mungkin mengundang asosiasi chef dan seterusnya kita kita ingin banyak mendengar itu," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)