IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk waspada potensi ancaman hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
Itu lantaran prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan wilayah di Pulau Jawa, bahkan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026).
Aam, panggilan akrab Abdul Muhari mengingatkan, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini menjadi kunci pengurangan risiko bencana. BNPB mengimbau BPBD untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur komunikasi sampai ke tingkat aparat desa guna mendukung aksi dini agar masyarakat terhindar dari bencana.
"Di samping itu, seluruh pihak diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi sehingga peringatan dini dapat diteruskan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak," katanya.
Banjir Melanda Sejumlah Daerah
BNPB mencatat sejumlah bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam periode Minggu (3/5/2026), pukul 07.00 WIB, hingga Senin (4/5/2026), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, tercatat beberapa kejadian yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.
Banjir terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan, pada Minggu (3/5/2026), pukul 06.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa hujan lebat berdurasi panjang menyebabkan debit air Sungai Wal meluap.
"Akibatnya, banjir merendam satu desa di Kecamatan Lubuk Batang, yaitu Desa Gunung Meraksa," kata Aam.
Aam mengatakan BPBD Kabupaten OKU mengidentifikasi sebanyak 164 KK atau 450 jiwa terdampak akibat insiden tersebut. Personel gabungan melakukan upaya penanganan darurat saat banjir melanda masyarakat.
"Di samping itu, untuk mengantisipasi meluasnya dampak, BPBD menyebarluaskan informasi peringatan dini dan kesiapsiagaan kepada warga. Pada Minggu petang (3/5/2026), banjir yang menggenangi rumah warga masih belum surut," ujarnya.
Aam mengatakan banjir juga terjadi di wilayah Kalimantan Barat. BPBD Kabupaten Landak melaporkan tiga desa di dua kecamatan terdampak peristiwa ini, yaitu Desa Amboyo Utara di Kecamatan Ngabang serta Desa Meranti dan Desa Tau di Kecamatan Meranti. Sebanyak 34 KK atau 114 jiwa terdampak di tiga desa tersebut.
Aam mengatakan banjir di Kabupaten Landak terjadi pada Minggu (3/5/2026) setelah hujan turun terus-menerus. Saat banjir terjadi, tinggi muka air di Desa Meranti teramati antara 40 hingga 1.000 cm.
"Berdasarkan pantauan pada Senin (3/5/2026), air masih cenderung naik di Desa Meranti dan Desa Tau. Sementara itu, genangan di Desa Amboyo Utara telah surut," ujar Aam.
(Febrina Ratna Iskana)