AirNav juga berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan secara tepat waktu.
Penutupan bandara akibat abu vulkanik berpotensi berdampak pada jadwal penerbangan, termasuk keberangkatan, kedatangan, pengalihan penerbangan, maupun pembatalan penerbangan, bergantung pada perkembangan kondisi ruang udara dan keputusan masing-masing maskapai.
Hingga pembaruan NOTAM tersebut diterbitkan, AirNav menetapkan estimasi penutupan seluruh bandara terdampak sampai pukul 23.59 WIB. Status operasional selanjutnya akan mengikuti hasil pemantauan kondisi abu vulkanik dan informasi aeronautika terbaru.
(NIA DEVIYANA)