sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

TeleNICU dan TelePediatrics Mulai Diterapkan di RS Kemenkes, Bantu Rujukan Tepat Sasaran

News editor Niko Prayoga
17/09/2026 10:41 WIB
Melalui fasilitas ini, faskes perujuk diminta melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan merujuk pasien ke rumah sakit rujukan utama.
TeleNICU dan TelePediatrics Mulai Diterapkan di RS Kemenkes, Bantu Rujukan Tepat Sasaran. (Foto: MNC Media)
TeleNICU dan TelePediatrics Mulai Diterapkan di RS Kemenkes, Bantu Rujukan Tepat Sasaran. (Foto: MNC Media)

Menurutnya, hal itu bermanfaat bagi masyarakat agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan tanpa menunggu proses rujukan yang sebetulnya tidak perlu dirujuk.

“Dilihat nanti kasusnya ini, 'Oh ini sebenarnya bisa ditangani di tempat Anda’ sehingga pasien itu tidak perlu kita rujuk ketika memang sebenarnya ini bisa dituntaskan di sini (faskes sebelumnya). Bagi masyarakat ini penting, karena tentu kita tidak ada yang ingin kalau bisa selesai di sini kenapa kita harus ke tempat lain. Jadi dia akan mendapatkan layanan sesuai dengan kondisi klinis dan kebutuhan medisnya di faskes yang kompeten, mampu memberikan layanan,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, mengungkapkan bahwa inovasi ini menyempurnakan platform rujukan berbasis teks yang selama ini digunakan menjadi komunikasi real-time. Sehingga proses penangan terhadap pasien baik yang memang perlu dirujuk ataupun ternyata bisa ditangani tanpa dirujuk bisa lebih efisien.

“Sebenarnya kita sudah punya platform tersebut, tapi dalam bentuk tulisan. Ya, jadi kalau misalnya saat ini rumah sakit merujuk, mereka mengetik informasi pasien. Nah, inovasi ini adalah menyempurnakan aplikasi tersebut dengan komunikasi real-time. Kadang kami di rumah sakit rujukan merasa perlu tambahan informasi,” ungkap dr. Reni.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadirnya TeleNICU dan TelePICU dilatarbelakangi oleh tingginya volume permintaan rujukan harian yang diterima oleh RSAB Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional, di mana kebutuhan perawatan intensif kerap terhambat oleh terbatasnya kapasitas NICU dan PICU. 

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement