“NICU PICU itu di kita kapasitasnya enggak banyak, di seluruh Indonesia itu sedikit, sehingga memang banyak kebutuhan untuk dirujuk. Dan juga ternyata dokter subspesialis juga tidak merata, banyak yang tidak punya. Jadi supaya di rumah sakit rujukan itu enggak penuh oleh kasus yang sebenarnya bisa ditangani di daerah. Kami akan menerima pasien yang memang benar-benar butuh rujukan karena memang tidak ada di daerah,” pungkas dia.
Untuk mendukung mekanisme tersebut, Kemenkes mengoptimalkan sistem rujukan antar-faskes melalui aplikasi Kemenkes Medical Network (KMN) yang terintegrasi dengan SATUSEHAT Rujukan.
(Nadya Kurnia)