Sedangkan, untuk layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 308.145 tiket atau 33,2 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Masih terdapat sekitar 618.791 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan.
Penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.
Selama enam hari pertama masa Angkutan Lebaran KAI, yaitu 11 hingga 16 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 760.229 pelanggan di berbagai relasi perjalanan di Pulau Jawa dan Sumatra.
Anne menjelaskan bahwa tingkat okupansi yang melampaui 100 persen dimungkinkan karena adanya pola perjalanan dinamis pada operasional kereta api.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Pola ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” kata dia.
Sejumlah kereta dengan tingkat permintaan tinggi pada periode Angkutan Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.