Ali menjelaskan, pengawakan kapal kini telah sepenuhnya diisi oleh personel TNI AL. Sebanyak 400 prajurit disiapkan untuk mengoperasikan kapal tersebut, termasuk menjalani pelatihan lanjutan.
"Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 kru dan nantinya mereka juga sambil belajar, karena yang belajar pertama hanya 100 orang," katanya.
Selain itu, TNI AL juga akan menyiapkan pilot helikopter agar mampu beroperasi dari geladak KRI Sriwijaya-100.
"Dan juga kita akan melatih pilot-pilot helikopter kita. Nanti ke depan jenis S-70 itu bisa beroperasi dari kapal ini," ucapnya.
Terkait langkah berikutnya, Ali mengatakan keputusan retrofit maupun penugasan awal masih menunggu perintah pimpinan.
"Mungkin dalam waktu dekat. Tapi kita lihat apabila ada penugasan untuk kapal ini dalam waktu dekat, maka penugasan dulu baru retrofit. Tapi itu tergantung nanti perintah dari atasan," katanya.
Menurut dia, proses retrofit nantinya akan dikerjakan bersama oleh PT PAL Indonesia dan galangan kapal Italia, Fincantieri.
Ali menambahkan, KRI Sriwijaya-100 memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung berbagai operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti penanganan bencana alam maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).