Peluncuran dewan ini terjadi di tengah frustrasi Trump karena gagal memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, meskipun mengklaim telah mengakhiri delapan konflik.
Awalnya dimaksudkan untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel, piagam dewan tersebut tidak membatasi perannya hanya pada Jalur Gaza dan telah memicu kekhawatiran bahwa Trump ingin dewan tersebut menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Sekitar 35 pemimpin dunia telah berkomitmen sejauh ini dari sekitar 50 undangan yang dikirim," kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada wartawan pada Rabu. (Wahyu Dwi Anggoro)