Imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang baru-baru ini melonjak karena kekhawatiran tentang meningkatnya utang pemerintah AS, inflasi yang tetap berada di atas target, dan implikasinya terhadap arus investasi.
Awal pekan ini, Departemen Keuangan AS mengumumkan tindakan untuk menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang, dengan menggandakan jumlah obligasi Treasury 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun yang dibeli kembali dari USD2 miliar menjadi USD4 miliar.
Operasi ini akan dimulai pada 9 September dan berlaku hingga 4 November. Program tersebut bertujuan untuk meredam lonjakan imbal hasil atau yield utang jangka panjang pemerintah AS.
Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengerek biaya pinjaman, serta menekan rumah tangga, perusahaan, pasar keuangan, dan anggaran pemerintah federal. (Wahyu Dwi Anggoro)