IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan berencana menperpanjang blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Iran.
Dilansir dari Wall Street Journal pada Rabu (29/4/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa Trump telah meminta jajarannya untuk bersiap menjalankan blokade yang berkepanjangan.
Dalam pertemuan-pertemuan baru-baru ini, termasuk diskusi pada Senin dengan para pejabat keamanan tinggi di Gedung Putih, Trump memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan mencegah pengiriman ke dan dari pelabuhan-pelabuhannya.
Trump menilai bahwa blokade tersebut dapat memaksa Iran untuk mengakhiri program nuklirnya, dan memiliki risiko yang lebih rendah daripada pilihan lain seperti melanjutkan pengeboman atau meninggalkan konflik tanpa ada penyelesaian.
"Berkat keberhasilan blokade pelabuhan Iran, AS memiliki pengaruh maksimal atas rezim tersebut," kata Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly baru-baru ini.
Di sisi lain, perpanjangan blokade juga memperpanjang konflik yang telah menaikkan harga minyak, menurunkan tingkat popularitas Trump di AS, dan semakin memperburuk prospek Partai Republik dalam pemilu sela yang akan digelar akhir tahun ini.
Blokade ini juga menyebabkan tingkat lalu lintas kapal terendah di Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. (Wahyu Dwi Anggoro)