IDXChannel - Amerika Serikat (AS) menawarkan posisi permanen di Dewan Perdamaian Gaza kepada negara yang berminat.
Dilansir dari AP pada Senin (19/1/2026), seorang pejabat AS yang menolak disebut namanya mengatakan bahwa posisi permanen itu ditawarkan seharga USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun per negara.
Menurut sumber itu, uang yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pembangunan kembali wilayah Palestina tersebut.
Jika tidak memiliki posisi permanen, negara anggota Dewan Perdamaian Gaza hanya akan menjabat selama tiga tahun.
Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza diumumkan Presiden AS Donald Trump pekan lalu. Ini merupakan bagian dari fase kedua gencatan senjata di wilayah Palestina tersebut.
Sejumlah negara mengaku telah diundang AS untuk menjadi anggota dewan tersebut, termasuk Yordania, Yunani, Siprus, Pakistan, Kanada, Turki, Mesir, Paraguay, Argentina, Albania, Hongaria, Vietnam, dan India.
Belum jelas jumlah negara yang diundang AS. Trump diperkirakan mengumumkan daftar lengkapnya dalam waktu dekat, kemungkinan besar di forum Davos.
Dewan Perdamaian bertugas mengawasi gencatan senjata dan pembangunan kembali di Gaza. Fase pertama gencatan senjata telah dimulai sejak Oktober 2025.
Fase kedua mencakup pembentukan komite teknokrat, pengerahan pasukan keamanan internasional, pelucutan senjata Hamas, dan rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang yang pecah pada 2023. (Wahyu Dwi Anggoro)