IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump enggan mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Dilansir dari BBC pada Selasa (21/4/2026), dia baru akan mencabut blokade itu jika Iran menyetujui kesepakatan damai yang diajukan AS.
"Blokade ini benar-benar menghancurkan Iran," kata Trump di platform media sosial Truth Social.
Gencatan senjata sementara antara kedua negara akan berakhir pada Rabu. Namun, belum ada kepastian tentang perpanjangannya.
Pakistan dikabarkan memperketat keamanan di Islamabad untuk mengantisipasi kemungkinan pertemuan lanjutan antara AS dan Iran. Pembicaraan sebelumnya yang digelar di kota itu dua pekan lalu gagal membuahkan hasil.
Wakil Presiden JD Vance, yang akan memimpin delegasi AS, dikabarkan belum berangkat dari Washington. Sementara itu, Iran juga masih belum memutuskan apakah akan hadir.
Sebagai bagian dari blokade, AS baru-baru ini mencegat dan menyita
sebuah kapal kargo berbendera Iran.Teheran menganggap penyitaan kapal itu sebagai tindakan pembajakan dan pelanggaran gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.
Iran telah melakukan blokadenya sendiri di Selat Hormuz selama hampir dua bulan sejak awal perang. Iran sempat membuka blokadenya di jalur maritim penting itu pada Sabtu, namun langkah tersebut dibatalkan beberapa jam kemudian.
Iran mengatakan akan terus menutup jalur pengiriman minyak dan gas tersebut sampai AS menghentikan blokade terhadap pelabuhannya. (Wahyu Dwi Anggoro)