“Kita lihat saja nanti,” katanya, sambil menekankan bahwa AS tetap siap menggunakan kekuatan militer jika perlu.
“Kita siap menyerang kapan pun kita mau. Namun, saya lebih suka membuat kesepakatan. Saya tidak ingin membunuh orang karena banyak orang akan meninggal, dan kita tidak menginginkan itu,” katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)